Pengusiran dan
penghardikan anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia.
Mata-mata tajam dan
kata-kata kasar keluar dari BKM "jahiliyah" ...
kecamuk antara wajah
sangar orangtua di rumah yang menghalaunya ke masjid dan wajah seram BKM
"jahiliyah" yang mengusirnya ... seolah merengut kebahagiaan masa
kecilnya...
Jika anak-anak muslim
berlari ... riang ... tawa...di mesjid itu lah ciri khas anak-anak...tetapi
kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir...
Mereka sebenarnya "malaikat" yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya...
Bahkan Hasan dan Husein
pernah menaiki tubuh Rasulullah saat mengimami sholat para sahabat...Rasulullah
sujud begitu lama....Hingga ada sahabat yg bertanya "mengapa lama sekali
sujudmu ya Rasulullah" ...Rasul mnjawab "Tadi Hasan dan Husein naik
di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, ku biarkan mereka
puas bermain".
Dalam riawayat yg lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut berjama'ah bersama Rasulullah...
Itulah masjid Nabi yang
tak sepi dari anak-anak kecil...Lalu masjid apa yang anti dengan anak-anak
kecil ?
Layak lah para bkm
"jahiliyah" di beri pemahaman yg utuh tentang mesjid sebagai pusat
peradaban Islam...
Muhammad Al Fatih
penakluk konstantinopel pernah berkata : "Jika kalian tidak lagi mendengar
riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu
kalian dalam bahaya."
ada saja oknum pengurus
masjid yang tetap ngotot ingin mengusir anak-anak dan menjauhkan mereka dari
masjid dengan berdalil kepada hadis lemah yang berbunyi:
“Jauhkan masjid Anda
dari anak-anak dan orang gila.”
Hadis diatas lemah dan
tidak jelas asalnya dari mana, sehingga tidak bisa dijadikan dalil”. Begitu
kata para ulama Hadis, seperti Al-Bazzar dan Abdul Haq Al-Asybili. Sebagaimana
Ahli Hadis Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Ibnu Al-Jauzi dan Al-Munziri dan
Haitsami dan ulama-ulama lain juga melemahkan hadis tersebut. Banyak kalangan
awam yang mengira bahwa hadis tersebut benar diriwayatkan dari Rasulullah
sehingga membuat mereka senang benar
mengusir anak-anak dari masjid dan sangat tidak suka kalau melihat
anak-anak bermain di masjid. Ini adalah sikap dan tindakan yang sangat salah
dan tidak benar.
Yang benar adalah Islam
sangat peduli dengan anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua
kerabat yang bertanggungjawab pada anak-anak untuk menyuruh anak-anaknya shalat
sejak umur 7 tahun. Dan tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak shalat
dan membaca Al-Quran dan hukum-hukum tajwid dan materi-materi keislaman
lainnya, adalah Masjid.
Seperti itu petunjuk
dan pedoman yang diajarkan Rasulullah pada ummatnya terkait interaksi kita
kepada anak-anak di masjid. Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak
dari masjid, sebab mereka adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.
Allah memerintahkan
kita agar meneladani Rasulullah pada segala hal, baik terkait urusan dunia
maupun akhirat, sehingga sudah selayaknyalah kita mengikuti dan meladani
Rasulullah dalam membiasakan anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain
di masjid, serta tidak membiarkan mereka ngumpul-ngumpul tidak jelas di ujung
gang atau jalan yang hanya akan menyebabkan akhlak mereka menjadi buruk karena
pengaruh lingkungan dan teman-teman mereka yang tidak sehat.
Dan andainya pun
sebagian anak-anak yang datang ke masjid sering menjadi gangguan bagi
orang-orang yang sedang shalat, baik karena suara tangisan mereka, jeritan dan
lengkingan suara, namun jamaah masjid tidak boleh meresponnya dengan kasar atau
memarah-marahi anak-anak tersebut atau orang tua anak-anak, yang hanya akan
menambah-menambah keributan baru saja. Serahkan hal itu kepada para pengurus
masjid atau remaja masjid untuk menyelesaikan masalah anak-anak tersebut dengan
bijak dan baik seperti metode yang dilakukan oleh Rasulullah.
Dan yang perlu diingat
dan dicatat dan diamalkan adalah sikap lemah lembut dalam menyelesaikan masalah
anak-anak di masjid.
Rasulullah pernah
bersabda, “Segalanya sesuatu yang dibarengi dengan kelembutan niscaya akan
membuatnya menjadi lebih cantik dan indah. Jika kelembutan terenggut,
segalannya akan menjadi rusak dan jelek.” (HR: Muslim)
Rasulullah adalah
teladan terbaik bagi kita. Pernah terjadi seorang Arab Badui masuk ke
dapam Masjid Nabawi, lalu Si Badui buang
air kecil di dalam masjid itu. Melihat si Badui pipis di masjid maka para
sahabat nabi marah. Menanggapi hal ini Nabi pun menyelesaikannya dengan bijak dan lembut dan berkata, “Biarkanlah
badui itu, nanti jika pipisnya sudah selesai mohon cuci dan siram kencingnya
itu dengan air. Kalian -umat islam- ini
diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (HR:
Bukhari & Muslim)
Islam melarang mengusir
anak-anak keluar masjid. Islam justru mewajibkan umatnya membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar
shalat, belajar membaca Al-Quran,
belajar tajwid dan belajar hukum syariat lainnya
AlKISAH
Umar Abdul Kafi pernah
bertemu dengan seorang laki-laki berusia senja. Usianya sekitar enam puluh
tahun. Sosok penulis buku al-Wa’dul Haq ini tidak menemukan tanda-tanda sujud
di dalam diri laki-laki yang ditemuinya tersebut.
Umar memberanikan diri
untuk mengajukan sebuah pertanyaan dengan sangat hati-hati, “Kapan terakhir
kali Anda menghadapkan diri kepada Allah Ta’ala?”
Seraya menundukkan pandangannya, laki-laki ini berujar, “Sekitar lima puluh lima tahun silam. Saat usiaku lima tahun.”
Seraya menundukkan pandangannya, laki-laki ini berujar, “Sekitar lima puluh lima tahun silam. Saat usiaku lima tahun.”
Lelaki tersebut pun
menceritakan, “Aku bergegas melakukan shalat bersama sahabat-sahabatku. Namun,
ada seorang laki-laki dewasa yang mendatangiku sembari berkata ketus, ‘Enyahlah
kalian! Berdirilah di sana (menunjuk arah luar masjid). Shalatlah di sana!.’”
Seketika itu juga,
laki-laki itu keluar dari masjid dan tidak pernah lagi menuju masjid untuk
beribadah. Selamanya. Bekas sakitnya masih tertancap kuat di dalam benak dan
nuraninya karena diusir dari rumah Allah tempat ia dan teman-temannya
melaksanakan sholat.
Jangan biarkan Anak-anak lebih
mengenal Allah yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sebab mereka
banyak dihukum dan dimarahi jika bermain-main di masjid.
kisah lainnya :
kisah-seorang-buta-dan-sayyidina-ali
kisah lainnya :
kisah-seorang-buta-dan-sayyidina-ali
No comments :
Post a Comment